Enam Mahasiswa S3 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Sukses Presentasikan Proposal Disertasi Tahap Kedua

Pascasarjana UINSUNA | Lhokseumawe — Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe kembali menunjukkan capaian akademik yang progresif melalui pelaksanaan Seminar Proposal Disertasi tahap kedua yang menghadirkan enam mahasiswa pada tanggal 16–17 Maret 2026, bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Pascasarjana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Doktor Studi Islam dalam mewujudkan visi sebagai program doktor unggul dalam pengembangan keilmuan Studi Islam yang integratif dan adaptif terhadap transformasi digital melalui riset interdisipliner berbasis kearifan lokal serta berorientasi global. Hal ini tercermin dari ragam tema disertasi yang diangkat mahasiswa, yang tidak hanya mengkaji aspek keislaman secara normatif, tetapi juga mengintegrasikannya dengan pendekatan manajemen, pendidikan, ekonomi, dan komunikasi dalam konteks masyarakat kontemporer.

Pada hari pertama, Senin, 16 Maret 2026, seminar diawali oleh mahasiswa Liliana yang mempresentasikan proposal berjudul “Identifikasi Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Kecerdasan Emosional terhadap Budaya Kerja Kolaboratif.” Seminar berlangsung pukul 08.30–10.00 WIB dengan tim penguji terdiri atas Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., Dr. Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I., dan Prof. Dr. Saifullah, M.Ag. Kajian ini mencerminkan pendekatan integratif dalam menghubungkan kepemimpinan pendidikan dengan aspek psikologis dan budaya organisasi.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Muslem Ilyas pada pukul 10.00–11.30 WIB dengan judul proposal “Manajemen Dayah Berbasis Tradisi Meudagang dalam Menjamin Sustainabilitas Dayah MUDI Mesra Samalanga.” Penelitian ini menonjolkan kearifan lokal Aceh sebagai basis penguatan kelembagaan pendidikan Islam. Tim penguji yang hadir yaitu Prof. Dr. Saifullah, M.Ag., Dr. Agus Salim Salabi, M.A., serta Dr. M. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I.

Selanjutnya, pada sesi ketiga pukul 11.30–13.00 WIB, Edi Suheri memaparkan proposal berjudul “Entrepreneurial Attitude Pemimpin Perempuan dalam Mengelola Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Lhokseumawe.” Kajian ini memperlihatkan dimensi transformatif dalam kepemimpinan pendidikan serta penguatan perspektif gender dalam manajemen pendidikan Islam. Seminar ini diuji oleh Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., Dr. Almuhajir, M.A., dan Dr. Fauzan Ahmad Siregar, M.Pd.

Memasuki hari kedua, Selasa, 17 Maret 2026, seminar dibuka oleh Zulkarnain pada pukul 08.30–10.00 WIB dengan judul “Inovasi Manajemen Madrasah dalam Mewujudkan Linieritas Mutu Lulusan dengan Ekspektasi Orang Tua pada MAN Aceh Timur.” Tema ini menunjukkan orientasi pada peningkatan mutu pendidikan yang adaptif terhadap tuntutan masyarakat modern. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Saifullah, M.Ag., Dr. Agus Salim Salabi, M.A., dan Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, S.Pd.I., M.A.

Pada sesi berikutnya pukul 10.00–11.30 WIB, Fuadi mempresentasikan proposal berjudul “Embeddedness Praktik Mawah dalam Akad Mudharabah di Tengah Penetrasi Ekosistem Ekonomi.” Penelitian ini mengintegrasikan perspektif ekonomi syariah dengan praktik lokal (mawah) sebagai bentuk respons terhadap dinamika ekonomi global dan transformasi sistem keuangan. Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. A. Hadi Arifin, S.E., M.Si., Dr. Iskandar, S.H.I., M.S.I., serta Prof. Dr. Azharsyah Ibrahim, S.E., Ak., M.S.O.M. sebagai tim penguji.

Sebagai penutup, mahasiswa Zanzibar tampil pada pukul 11.30–13.00 WIB dengan proposal berjudul “Pelanggaran Etika Berbahasa dalam Dakwah: Pola Komunikasi Ustadz Selebritis di Media Sosial.” Kajian ini secara eksplisit menunjukkan relevansi Studi Islam dengan transformasi digital, khususnya dalam praktik dakwah di ruang media sosial. Seminar ini diuji oleh Prof. Dr. Ahmad Tamrin Sikumbang, M.A., Dr. Marhamah, M.Kom.I., dan Dr. Darmadi, M.Si.

Seluruh rangkaian seminar berlangsung dengan intensitas diskusi akademik yang tinggi. Para penguji memberikan kritik, saran, serta penguatan metodologis yang mendalam guna menyempurnakan proposal disertasi para mahasiswa.

Pelaksanaan seminar proposal tahap kedua ini menegaskan bahwa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe tidak hanya menjalankan tahapan akademik formal, tetapi juga mengembangkan ekosistem keilmuan yang integratif, berbasis digital, serta berakar pada kearifan lokal. Melalui proses ini, diharapkan lahir disertasi-disertasi yang unggul, transformatif, dan berorientasi global, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Studi Islam dan pembangunan masyarakat, khususnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya. (Sal)

© 2026 Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Unggul, Islami, dan Inovatif

Share this Post